5 Tips Mempertajam Daya Ingat

5 Tips Mempertajam Daya Ingat

  1. Jaga Kesehatan dan Berolahraga

waktu-tepat-untuk-olahraga-oleh-kesehatan-segiempat

Kesehatan yang terjaga dan olahraga yang teratur akan sangat membantu ketajaman daya ingat Anda.

2. Hindari Stress

stress

Keadaan stress dapat membebani kerja otak sehingga dapat menurunkan daya ingat Anda.

3. Melatih Daya Ingat

91meningkatkan-daya-ingat

sesuatu yang sering dilatih, besar kemungkinan untuk menjadi lebih baik daripada tidak dilatih.

4. Kembangkan Sikap Positif

todaybisnis-menumbuhkan-sikap-positif-dalam-bisnis

Sikap positif adalah awal yang baik untuk segalanya.Begitu pula saat mengingat, tanamkan sikap positif dalam mental Anda. Saat Anda berusaha mengingat sesuatu, hilangkan ketakutan dan keraguan. Yakinlah Anda akan dapat mengingat semua hal yang ingin Anda ingat.

5. Jaga Pola Makan

pola-makan-sehat

Untuk mempertajam daya ingat, ada baiknya Anda menjaga pola makan. Pilihlah makanan yang baik bagi otak. Makanan kaya protein dan rendah lemak, serta rendah kalori (seperti ikan, kacang-kacangan) adalah contoh makanan yang dapat membantu kesehatan otak Anda. Jangan lupakan juga untuk mengkonsumsi air yang cukup.

sumber: buku senam otak karangan Sahda Halim

Advertisements

Peristiwa G30S PKI Part.1

LATAR BELAKANG MUNCULNYA G30S PKI

Di penghujung masa Demokrasi Terpimpin, negara RI dilanda krisis sosial politik dan ekonomi nasional yang memprihatinkan. Kondisi ini memberi peluang kepada PKI dan simpatisannya untuk memperluas pengaruhnya. Pemberlakuan doktrin NASAKOM turut mempertinggi kedudukan PKI dalam percaturan politik RI yang hanya dapat diimbangi oleh Angkatan Darat.

Pengaruh PKI ternyata juga berkembang di kalangan seniman, wartawan, guru, mahasiswa, dosen, kaum intelektual, dan bahkan para perwira ABRI. Beberapa perwira ABRI berhasil dipengaruhi agar terus berjuang mewujudkan angkatan kelima. Ide angkatan kelima ini berasal dari D.N. Aidit. Ia menyatakan bahwa partainya menuntut kepada pemerintah agar kaum buruh dan tani dipersenjatai. Namun, Angkatan Darat menolak pembentukan angkatan kelima ini.

GERAKAN 30 SEPTEMBER 1965

Dalam usaha menyusun kekuatan dan merebut kekuasaan, PKI telah melakukan serangkaian kegiatan sebagai berikut:

  1. Membentuk Biro Khusus di bawah pimpinan Syam Kamaruzaman. Tugas Biro Khusus adalah merancang dan mempersiapkan perebutan kekuasaan. Di samping itu, Biro Khusus melakukan “infiltrasi” ke dalam tubuh ABRI, organisasi politik, dan organisasi masa.
  2. Menuntut dibentuknya angkatan ke-5, yang terdiri dari buruh dan tani yang dipersenjatai.
  3. Melakukan sabotase, aksi sepihak, dan aksi teror. Sabotase terhadap transportasi kereta yang dilakukan Serikat Buruh Kereta Api (Januari-Oktober 1964) mengakibatkan serentetan kecelakaan kereta api. Sepihak, misalnya peristiwa Jengkol, Peristiwa Bandar, Betsy, dan Peristiwa Indramayu. Aksi teror, misalnya Peristiwa Kanigoro Kediri (13 Januari 1965), yakni PKI melakukan penyerbuan, penganiayaan terhadap para kyai, dan imam masjid serta merusak rumah ibadah. itu semua dilakukan dalam rangka meningkatkan “situasi revolusioner” sebagai persiapan untuk melakukan kudeta.
  4. Melakukan aksi fitnah terhadap ABRI khususnya TNI-AD yang dianggap dan dinilai sebagai penghambat pelaksanaan programnya yakni dengan melancarkan isu Dewan Jendral.
  5. Melakukan latihan kemiliteran di Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta. Latihan kemiliteran ini merupakan salah satu persiapan untuk melakukan kudeta. Setelah persiapan dianggap matang oleh para pemimpin PKI, mereka menentukan waktu pelaksanaan, yakni tanggal 30 Semptember 1965 malam, sehingga gerakan itu mereka namakan Gerakan 30 September (G30 S/PKI). Gerakan untuk merebut kekuasaan dari Pemerintah RI yang sah ini didahului dengan penculikan dan pembunuhan terhadap jendral-jendral TNI-AD yang dianggap anti-PKI.

Secara fisik militer gerakan tanggal 30 september 1965 dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung, Komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa, yaitu: pasukan pengawal presiden. Gerakan ini dimulai dini hari, tanggal 1 oktober, yakni menculik dan membunuh enam perwira tinggi dan seorang perwira muda Angkatan Darat. Semua jenazah dimasukkan dalam sebuah sumur tua lalu ditimbun dengan sampah dan tanah. Keenam perwira tinggi yang dibunuh adalah:

  1. Letnan Jendral Ahmad Yani
  2. Mayor Jendral R. Suprapto
  3. Mayor Jendral M.T Haryono
  4. Mayor Jendral S. Parman
  5. Brigadir Jendral D.I Panjaitan
  6. Brigadir Jendral Soetoyo Siswomiharjo
  7. Letnan Satu Pierre Andreas Tendean

Dlam peristiwa itu, Jendral Abdul Haris Nasution, Menteri Pertahanan dan Keamanan/Kepala Staf TNI Angkatan Bersenjata (Menko Hankam/Kasab) yang juga menjadi sasaran, berhasil meloloskan diri dari usaha penculikan. Akan tetapi puteri beliau Ima Suryani Nasution tewas akibat tembakan para penculik. Ajudannya perwira Letnan Satu Pierre Andreas Tendean, juga turut terbunuh. Turut tewas dalam peristiwa itu adalah Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun, pengawal rumah Wakil Perdana Menteri II Dr.J.Leimen, yang rumahnya berdampingan dengan rumah Jendral A.H. Nasution.

Sementara itu Gerakan 30 September di Yogyakarta juga mengadakan penculikan dan pembunuhan terhadap Komandan Korem 072 Kolonel Katamso dan Kepala Staf Korem 072, Letkol Sugiyono di Kentungan, Yogyakarta.

Pada pagi hari 1 Oktober 1965, Gerakan 30 September telah berhasil menguasai dua sarana telekomunikasi, yakni studio RRI dan kantor PN Telekomunikasi. Melalui RRI pada pukul 07.20 dan diulang pada pukul 08.15, Letnan Kolonel Untung menyiarkan pengumuman bahwa Gerakan 30 September ditujukan kepada jendral-jendral yang akan mengadakan kudeta.

Pada siang hari pukul 13.00, kembali disiarkan sebuah dektrit tentang pembentukan Dewan Revolusi di pusat dan di daerah-daerah, serta Kabinet Dwikora dinyatakan demisioner. Dewan Revolusi yang dibentuk dinyatakan sebagai sumber kekuasaan dalam RI. Pada pukul 14.00 diumumkan juga bahwa susunan Dewan Revolusi dengan Letkol Untung sebagai ketuanya. Selanjutnya diumumkan tentang penghapusan pangkat jendral dan dinyatakan bahwa pangkat tertinggi adalah Letnan Kolonel.

kejahatan genosida yang dilakukan oleh jepang

kekejaman jepang di asia pasifik

Jugun Ianfu adalah istilah Jepang terhadap perempuan penghibur tentara kekaisaran Jepang dimasa perang Asia Pasifik, istilah asing lainnya adalah Comfort Women. Pada kenyataannya Jugun Ianfu bukan merupakan perempuan penghibur tetapi perbudakan seksual yang brutal, terencana, serta dianggap masyarakat internasional sebagai kejahatan perang. Diperkirakan 200 sampai 400 ribu perempuan Asia berusia 13 hingga 25 tahun dipaksa menjadi budak seks tentara Jepang.
*Mengapa Jugun Ianfu diciptakan?
– Melakukan invansi ke negara lain yang mengakibatkan peperangan membuat kelelahan mental tentara Jepang. Kondisi ini mengakibatkan tentara Jepang melakukan pelampiasan seksual secara brutal dengan cara melakukan perkosaan masal yang mengakibatkan mewabahnya penyakit kelamin yang menjangkiti tentara Jepang. Hal ini tentunya melemahkan kekuatan angkatan perang kekaisaran Jepang. Situasi ini memunculkan gagasan untuk merekrut perempuan-perempuan lokal , menyeleksi kesehatan dan memasukan mereka ke dalam Ianjo-Ianjo sebagai rumah bordil militer Jepang.

*Bagaimana mereka direkrut?
– Mereka direkrut dengan cara halus seperti dijanjikan sekolah gratis, pekerjaan sebagai pemain sandiwara, pekerja rumah tangga, pelayan rumah makan dan juga dengan cara kasar dengan menteror disertai tindak kekerasan, menculik bahkan memperkosa di depan keluarga.

*Siapa yang merekrut mereka?
– Militer Jepang, sipil Jepang, pejabat lokal sepeti bupati, camat, lurah dan RT

* Dari mana asal Jugun Ianfu?
– Mereka berasal dari Korea Selatan, Korea Utara, Cina, Filipina, Taiwan, Timor Leste, Malaysia, dan Indonesia. Sebagian kecil di antaranya dari Belanda dan Jepang sendiri. Mereka dibawa ke wilayah medan pertempuran untuk melayani kebutuhan seksual sipil dan militer Jepang baik di garis depan pertempuran maupun di wilayah garis belakang pertempuran.

*Siapakah Jugun Ianfu Indonesia?
– Sebagian besar perempuan-perempuan yang berasal dari pulau Jawa yang dijadikan Jugun Ianfu seperti Mardiyem, Sumirah, Emah Kastimah, Sri Sukanti, hanyalah sebagian kecil Jugun Ianfu Indonesia yang bisa diidentifikasi. Masih banyak Jugun Ianfu Indonesia yang hidup maupun sudah meninggal dunia yang belum terlacak keberadaannya.

*Bagaimana mereka diperlakukan?
– Mereka diperkosa dan disiksa secara kejam. Dipaksa melayani kebutuhan seksual tentara Jepang sebanyak 10 hingga 20 orang siang dan malam serta dibiarkan kelaparan. Kemudian di aborsi secara paksa apabila hamil. Banyak perempuan mati dalam Ianjo karena sakit, bunuh diri atau disiksa sampai mati.

*Kapan dan dimana ?
– Ianjo pertama di dunia dibangun di Shanghai, Cina tahun 1932. Pembangunan Ianjo di Cina dijadikan model untuk pembangunan Ianjo-Ianjo di seluruh kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia sejak pendudukan Jepang tahun 1942-1945 telah dibangun Ianjo diberbagai wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Jawa, Nusa Tenggara, Sumatra, Papua.

*Apa yang terjadi setelah perang?
– Setelah perang Asia Pasifik usai Jugun Ianfu yang masih hidup didera perasaan malu untuk pulang ke kampung halaman. Mereka memilih hidup ditempat lain dan mengunci masa lalu yang kelam dengan berdiam dan mengucilkan diri. Hidup dalam kemiskinan ekonomi dan disingkirkan masyarakat. Mengalami penderitaan fisik, menanggung rasa malu dan perasaan tak berharga hingga akhir hidupnya.

*Siapa yang bertanggungjawab atas sistem perbudakan terencana ini?
– Kaisar Hirohito merupakan pemberi restu sistem Jugun Ianfu ini diterapkan di seluruh Asia Pasifik. Para pelaksana di lapangan adalah para petinggi militer yang memberi komando perang. Maka saat ini pihak yang harus bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan ini adalah pemerintah Jepang.

*Bagaimana sikap pemerintah Jepang masa kini?
– Pemerintah Jepang masa kini tidak mengakui keterlibatannya dalam praktek perbudakan seksual di masa perang Asia Pasifik. Pemerintah Jepang berdalih Jugun Ianfu dikelola dan dioperasikan oleh pihak swasta. Pemerintah Jepang menolak meminta maaf secara resmi kepada para Jugun Ianfu. Kendatipun demikian Juli 1995 Perdana Menteri Tomiichi Murayama pernah menyiratkan permintaan maaf secara pribadi, tetapi tidak mewakili negara Jepang. Tahun 1993 Yohei Kono mewakili sekretaris kabinet Jepang memberikan pernyataan empatinya kepada korban Jugun Ianfu. Namun pada Maret 2007 Perdana Menteri Shinzo Abe mengeluarkan pernyataan yang kontroversial dengan menyanggah keterlibatan militer Jepang dalam praktek sistem perbudakan seksual.

*Bagaimana sikap politik pemerintah Indonesia?
– Pemerintah Indonesia menganggap masalah Jugun Ianfu sudah selesai, bahkan mempererat hubungan bilateral dan ekonomi dengan Jepang paska perang Asia Pasifik. Namun hingga kini banyak organisasi non pemerintah terus memperjuangkan nasib Jugun Ianfu dan terus melakukan melobi ke tingkat internasional untuk menekan pemerintah Jepang agar menyelesaikan kasus perbudakan seksual ini. Kemudian upaya penelitian masih terus dilakukan untuk memperjelas sejarah buram Jugun Ianfu Indonesia,berpacu dengan waktu karena para korban yang sudah lanjut usia.

*Bagaimana sikap masyarakat Indonesia?
– Banyak masyarakat yang merendahkan, serta menyisihkan para korban dari pergaulan sosial. Kasus Jugun Ianfu dianggap sekedar “kecelakaan” perang dengan memakai istilah “ransum Jepang”. Mencap para korban sebagai pelacur komersial. Banyak juga pihak-pihak oportunis yang berkedok membela kepentingan Jugun Ianfu dan mengatasnamakan proyek kemanusiaan, namum mereka adalah calo yang mengkorupsi dana santunan yang seharusnya diterima langsung para korban.

*Apakah AWF?
– Juli 1995 Asian Women’s Fund (AWF) didirikan oleh organisasi swasta Jepang. Organisasi ini dituduh sebagai “agen penyuap” untuk meredam protes masyarakat internasional dan tidak mewakili pemerintah Jepang secara resmi. Di masa pemerintahan Soeharto Tahun 1997 Menteri Sosial Inten Suweno menerima dana santunan bagi para korban sebesar 380 juta yen yang diangsur selama 10 tahun. Namun banyak para korban menyatakan tidak pernah menerima santunan tersebut.

*Apa yang dituntut para korban?
– 1. Pemerintah Jepang masa kini harus mengakui secara resmi dan meminta maaf bahwa perbudakan seksual dilakukan secara sengaja oleh negara Jepang selama perang Asia Pasifik 1931-1945.
2. Para korban diberi santunan sebagai korban perang untuk kehidupan yang sudah dihancurkan oleh militer Jepang.
3. Menuntut dimasukkannya sejarah gelap Jugun Ianfu ke dalam kurikulum sekolah di Jepang agar generasi muda Jepang mengetahui kebenaran sejarah Jepang.

* Bagaimana sikap masyarakat internasional?
– Tahun 1992, untuk pertama kalinya Kim Hak Soon korban asal Korea Selatan membuka suara atas kekejaman militer Jepang terhadap dirinya ke publik. Setelah itu masalah Jugun Ianfu terbongkar dan satu persatu korban dari berbagai negara angkat suara. Kemudian tahun 2000 telah digelar Tribunal Tokyo yang menuntut pertanggung jawaban Kaisar Hirohito dan pihak militer Jepang atas praktek perbudakan seksual selama perang Asia Pasifik. Tahun 2001 final keputusan dikeluarkan di Tribunal The Haque. Setelah itu tekanan internasional terhadap pemerintah Jepang terus Dilakukan. Oktober 2007 kongres Amerika Serikat mengeluarkan resolusi tidak mengikat yang menekan pemerintah Jepang memenuhi tanggung jawab politik atas masalah ini . Meski demikian pemerintah Jepang sampai hari ini belum mengakui apa yang telah diperbuat terhadap ratusan ribu perempuan di Asia dan Belanda pada masa perang Asia Pasifik.


2. Romusha

“Yang lainnya mati KELAPARAN atau DIPOTONG KEPALANYA, atau mati karena DIPUKUL atau DIKUBUR HIDUP-HIDUP atau DIPAKU KETANAH DAN DITINGGALKAN SAMPAI MATI”

Romusha adalah panggilan bagi orang-orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa penjajahan Jepang di Indonesia dari tahun 1942 hingga 1945. Kebanyakan romusha adalah petani, dan sejak Oktober 1943 pihak Jepang mewajibkan para petani menjadi romusha. Mereka dikirim untuk bekerja di berbagai tempat di Indonesia serta Asia Tenggara. Jumlah orang-orang yang menjadi romusha tidak diketahui pasti – perkiraan yang ada bervariasi dari 4 hingga 10 juta.

contoh Kejahatan Genosida

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengimbau kepada dunia internasional agar melindungi warga etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dari ancaman genosida. Tanpa intervensi negara-negara internasional, apa yang dikhawatirkan sebagai pembersihan etnis akan benar-benar terjadi.

Menteri Luar Negeri Djibouti Mahmoud Ali Youssouf selaku Pejabat Ketua OKI, Sabtu (17/11/2012), pada akhir pertemuan para menteri luar negeri OKI di Djibouti menyatakan hal itu menjelang kunjungan bersejarah Presiden AS Barack Obama ke Myanmar, Senin (19/11/2-012) ini. ”Kami berharap AS menyampaikan pesan kuat kepada Pemerintah Myanmar sehingga mereka melindungi kaum minoritas sebab yang terjadi di sana adalah genosida,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu di Turki turut mendesak penghentian pembersihan etnis Rohingya.

Berpotensi mengganggu

Di sela-sela KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, Minggu (18/11/2012), Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan mengaku khawatir jika konflik di Rakhine dibiarkan berlarut-larut, sekitar 1,5 juta warga Rohingya bisa terpengaruh paham radikal. Hal itu berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.

Dalam sesi retret para pemimpin ASEAN, Presiden Myanmar Thein Sein menyatakan, situasi di Rakhine sudah semakin baik. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Kamboja Kao Kim Hourn, dalam jumpa pers seusai rangkaian pertemuan para kepala negara ASEAN hari pertama, yang diakhiri dengan sesi retret.

”Dalam briefing-nya di sesi retret itu, Presiden Thein Sein menyatakan, situasi di Rakhine sudah membaik. Selain itu, Myanmar juga berkomitmen menggelar kerja sama dengan komunitas internasional terkait isu itu,” ujar Kao.(AFP/REUTERS/GRE/DWA)

Sumber : Kompas Cetak
Editor : Kistyarini